Paket sensor getaran, suhu, dan arus listrik untuk titik kritis mesin — menjawab tuntutan principal agar supplier tier-2/3 menekan downtime (target penurunan hingga 20%).
Jual perangkat dengan harga terjangkau (Rp 4–7 juta per titik mesin) — margin dari hardware.
Langganan SaaS Rp 500rb–1jt/bulan per mesin untuk akses dashboard, analitik tren, dan peringatan dini. Kontrak tahunan dengan SLA.
Paket bundling 3–5 sensor + gateway + instalasi + langganan 1 tahun. Target ROI terukur: downtime turun 20%.
Prinsip penjualan: pilot project berbayar rendah → konversi kontrak tahunan.
Metering listrik, udara tekan, uap, dan air — dashboard konsumsi per lini/mesin dan pelaporan emisi sederhana. Menjawab tekanan ESG dari principal global ke rantai pasok.
Hardware kit Rp 8–15 juta per panel monitoring (termasuk 3–5 meter).
Langganan bulanan Rp 1–2,5 juta untuk akses dashboard ESG, laporan karbon, dan benchmark antar lini.
Kontrak tahunan dengan target penghematan energi 10–15% — nilai jual utama.
Sertifikasi TKDN menjadi nilai tambah untuk pengadaan pemerintah/BUMN.
Perhitungan Overall Equipment Effectiveness secara real-time — menjawab kebutuhan efisiensi produksi dan menjadi bukti ROI yang dapat dikutip untuk klien berikutnya.
Hardware enabler (counter/proximity + gateway) dijual terpisah atau disewa.
Langganan SaaS Rp 2–5 juta/bulan per lini produksi, termasuk dashboard OEE, analitik downtime, dan laporan.
Kontrak tahunan dengan target peningkatan OEE 10–25% — dihitung dari baseline.
Model ini menciptakan pendapatan berulang (recurring revenue) yang stabil.
Perangkat untuk merekam parameter proses (suhu, kelembaban, tekanan) dan ketertelusuran batch — sangat relevan dengan pertumbuhan pabrik baterai HLI Green Power dan IBC–CATL di Karawang.
Hardware kit Rp 15–30 juta per lini proses (tergantung jumlah sensor).
Langganan dashboard Rp 1,5–3 juta/bulan untuk visualisasi, audit trail, dan pelaporan.
Kontrak tahunan dengan jaminan kepatuhan standar pelanggan.
📌 Catatan dari makalah riset: